Thursday, August 6, 2009

Ketika Hujan Subuh Kemarin

Teriak, nyanyian, hangat lilin, ingin pulang..
Masih menyisakan kenangan ketika hujan subuh kemarin..

123456789

Biar aku ingat, biar kalian tau. Aku pernah melewatinya.



12:34:56 07/08/09

Tuesday, July 21, 2009

Sorry friends, I am going down..


ANJINK!!

Monday, July 13, 2009

Burung Gagak

terik tidak selalu dapat meruntuhkan impian-impian yang rapuh
mungkin demi air mata,
atau hanya setetes peluh dari wajah lusuh...


gagak gila, tidak bosannya mengisyaratkan kata, dihimpit bayang-bayang merah jingga. ada yang disampaikannya pada butir-butir embun pagi tadi. kini sampai ke telingaku lewat mentari sore. dan sekarang menjadi rahasia kami, aku, gagak, embun pagi, mentari.

kota ini mengubah semuanya menjadi kaku, hubunganku dengan mereka. tapi aku tidak menyalahkan siapa-siapa. ini takdir.

sebentar lagi senja, tandanya aku harus pergi. besok aku akan kembali, menemuimu jika kau mau. lalu menerima isyarat yang telah kau titipkan kepada embun pagi dan mentari sore.
kalau tidak, kubiarkan kau mencari Tuhanmu. dan menyampaikan pesanmu kepada Tuhanku...

Wednesday, July 8, 2009

duapuluh

Malam ini purnama, kebetulan sekali ada pesan masuk satu menit sebelum pukul duabelas. SMS di tengah malam begini biasanya kalau bukan berita penting dari Banjarbaru, paling si Rio yang menyarankan untuk menonton acara di televisi yang membahas tentang Prabowo atau Soeharto, kalau tidak yaa paling pesan dari gadis-gadis kesepian yang minta ditemani, haha..

Aneh saja, kalau bukan ucapan dari kawan-kawan, tentu aku lupa kalau dua puluh tahun lalu telah lahir seorang anak laki-laki yang bakal menyusahkan kelaknya.

...

20 tahun, belajar, dan mencoba memahami ada apa sebenarnya di balik semua ini.

...

besok, mata ini belum tentu masih dapat melihat..
besok, telinga ini belum pasti bisa mendengar..
besok, mulut ini mungkin sudah terkunci..
besok, tangan ini mungkin tidak lagi bisa meraba..
besok, kaki ini belum tentu masih bisa melangkah..

usiaku semakin berkurang ya Allah..
berkahkan lah sisa usia ini ya Allah..
dekatkan lah hati ini padaMu ya Allah..
bukakan pintu hati ini ya Allah..
bersihkan hati ini ya Allah..
ikhlaskan hati ini hanya kepada-Mu ya Allah ya Robbi..

...

happy birthday for us..

Sunday, July 5, 2009

Maaf

entah berapa harapan sudah yg kau letakkan di punggungku. entah berapa janji sudah yg kuterima dalam genggamanku.

aku dan kamu tentu tahu.. .. ..ah, aku malu, padamu, pada diriku sendiri. mungkin jika kau perkenankan aku, aku akan lari sejauh mungkin dari hadapanmu, mencari rasaku, mencari iramaku, tanpa harus menyusahkanmu.

aku sedih sekali, mengecewakan setiap harapan yg hadir di balik mimpi2 mu. aku sedih sekali, mengingkari janji2 yg tlah kita sepakati. aku sedih... ..

maaf untuk waktu yg telah lalu.
maaf untuk hari depan yg belum bisa dijanjikan.
maaf untuk ribuan kata maaf yg tak terucapkan.

menangislah aku...


Ya Allah...

Sunday, April 26, 2009

sepertinya sesuatu yg besar akan terjadi pada diriku dalam waktu dekat ini..

Saturday, March 28, 2009

Semalam di Hutan

Semalaman di hutan
Ada batu yang bisa bicara, pada pohon di sekitarnya
Pohon juga bicara
"Aku angkuh" katanya
Lalu angin tiba, entah dari mana datangnya
Dibelainya, dihembusnya hingga ujungnya
Sembari berkata "aku penipu"
Batu mulai menangis lagi hatinya
Ya, hatinya

Sesaat senyap
Tiada sesiapa lagi bicara
Kini batu mulai bersuara
"Aku rindu" bisiknya

Remang

Hujan lagi
Kepada mimpi yang telah mati
Air mata
Buta oleh kata yang tak lagi bermakna

Cahaya bulan kini semakin redup
Suara menjadi kian sayup
Menyelusup sejenak ia berhenti
Akankah ia mulai lagi?

Kepada Siapa Aku Harus Berbagi?

Aku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan, mungkin begitu juga dengan kau, kalian yang resah dengan problema dan tindakan yang tidak pernah dimengerti maksud dan tujuannya.

Berjalan seperti ini, aku jadi merasa aneh sendiri. Merasa berjalan bersama sejuta pasang mata. Bingung ingin bicara kepada siapa. Merasa sedikit terpaksa.

Apa aku terlalu sulit untuk percaya? Sampai-sampai mempercayai diri sendiri pun aku ragu.

sepertinya aku mulai memerlukan seseorang untuk berbagi...

Friday, March 27, 2009

Pesan

Untuk Bidadari penyelamatku, tenanglah, aku ingat kata-katamu seperti nafas-nafas yang mengalir dalam aliran darahku. Jaga kesehatan.

Untuk Lelaki yang paling aku banggakan, suatu hari nanti akan kau lihat aku berdiri di tempat yang selama ini kau harapkan. Perbanyak istirahat.

Untuk boss, jaga mereka. Belajarlah berkelahi, sekali-sekali kau tampar seseorang yang paling berpengaruh di lingkunganmu.

Untuk mereka yang selalu ada, kalian telah mengajarkan banyak hal padaku hingga saat ini, jadi jangan pernah ingkari. Never grow old, my friends.

Untuk perempuan dengan senyum sang rembulan, kedatanganmu kutunggu...
aku menyukai ketenangan itu, seperti bunga yang tidak ada ekspresinya...
(mimpi-mimpi;)

Sunday, March 8, 2009

Kumerindu

Kutinggalkan kau di puncak tertinggi
Dan kau pun tenggelam, pergi
Hingga aku sepi kini

Hmmhh...
Aku memang seorang perindu
Yang masih saja menunggu Biru

Saturday, February 14, 2009

Retori kah?

Lama tidak bicara, mungkin sekarang aku jadi kaku lagi menghadapimu. Tapi, nampaknya kamu pun sedang tidak ingin diganggu. Yasudah lah, tidak apa. Tidak usah dijawab, anggap aku bicara sendiri saja, ya?

Bagaimana kabarmu? Kuharap kamu baik-baik saja sepertiku^_^ Belajarmu juga baik kan? Jangan sampai hal baru itu malah mengganggu aktivitas belajarmu ya. Memang, hal baru itu tengah banyak digemari saat ini, begitu juga kamu, yang sebelumnya menurutku belum punya kegemaran khusus seperti sekarang. Dan kulihat kamu pun begitu menikmatinya, bersama rekan-rekan barumu pastinya.

Kalau aku masih seperti dulu, masih menyukai suara gitar bass dengan segala iringan dan harmonisasinya. Yhaa, walau sekarang tidak terlalu sering kumainkan, lebih banyak mendengarkan saja, tapi aku tetap suka. Seperti aku yang tetap mengagumimu. Huh, statis ya? Tidak ada perubahan sepertimu.

Oh iya, penampilanmu sekarang lebih... ... Yaa bisa dibilang lebih 'kurisaan' lah, mungkin. Hehehe.. Tapi seperti yang baru saja aku katakan tadi, aku tetap mengagumimu. Karena bagaimanapun tampilanmu, kamu akan tetap menarik di mataku.

Ah, sudahlah. Terlalu lama bicara sendiri, nanti banyak orang menganggapku macam-macam, hhaha. Pokoknya kabari saja kalau kamu ingin melibatkanku dalam aktifitasmu ya.

Jumpa nanti. Ibadahnya juga jangan lupa :)

Monday, February 9, 2009

Ada sejuta cerita
Ada sejuta rasa dalam satu bahasa
Rupa, daya, buta!!